Keselamatan harus terlihat dalam tindakan

Dalam dokumentasi kelas terlihat siswa mengenakan helm keselamatan dan kacamata pelindung di depan poster bertuliskan Safety Commitment. Foto sederhana ini membawa pesan yang kuat: keselamatan kerja tidak cukup hanya dihafal sebagai teori.

Bagi siswa Teknik Kendaraan Ringan, budaya K3 adalah fondasi sebelum menyentuh alat, kendaraan, maupun area kerja.

Mulai dari mengenali risiko

Bengkel memiliki banyak potensi bahaya: benda tajam, komponen panas, cairan kimia, alat berputar, kendaraan yang diangkat, hingga serpihan yang dapat mengenai mata. Karena itu, langkah pertama bukan langsung bekerja, melainkan mengenali risiko dan memilih perlindungan yang sesuai.

APD juga bukan satu jenis untuk semua pekerjaan. Kacamata keselamatan, sarung tangan, sepatu kerja, pelindung pendengaran, atau perlindungan lain dipakai sesuai jenis aktivitas dan prosedur bengkel.

Disiplin lebih penting daripada gaya

Peralatan keselamatan baru berguna jika dipakai dengan benar. Kebiasaan memeriksa kondisi APD, merapikan area kerja, mengembalikan alat, dan mengikuti instruksi adalah bagian dari profesionalisme.

Hal seperti inilah yang perlu dibangun sejak kelas 10, terutama untuk siswa yang nantinya masuk PKL. Industri akan menilai bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga cara bekerja.

Baca juga catatan tentang persiapan kelas dan kegiatan XTKR serta profil 10 TKR 1 Industri.

Target akhirnya sederhana: pulang dari bengkel dalam kondisi aman, tanpa membuat orang lain ikut berisiko.