Absensi bukan sekadar menekan tombol

Salah satu foto dokumentasi menampilkan antarmuka ASMAS (Al-Mufti Smart Attendance System). Di sana terlihat status kehadiran, ringkasan persentase, grafik, riwayat, serta bagian bukti lokasi berbasis koordinat.

Bagi 10 TKR 1, ide utama sistem ini sederhana: membuat proses kehadiran lebih mudah dipahami dan meninggalkan jejak data yang lebih jelas dibanding pencatatan yang tercecer.

Informasi yang langsung terlihat

Tampilan ASMAS dirancang agar siswa dapat mengetahui status hari itu tanpa harus membuka banyak halaman. Status hadir, waktu pencatatan, dan akses ke detail absensi berada dalam satu alur.

Pada bagian rekap, informasi tidak hanya berupa angka. Grafik membantu melihat pola kehadiran secara visual. Sementara bukti lokasi memberi konteks tambahan ketika absensi memang membutuhkan validasi posisi perangkat.

Tetap harus ada aturan yang jelas

Teknologi tidak menggantikan tata tertib. Sistem hanya membantu menjalankan aturan dengan lebih konsisten. Data lokasi, waktu, dan status harus ditampilkan secara transparan kepada pengguna, serta hanya digunakan sesuai kebutuhan absensi.

Karena itu, pengembangan ASMAS perlu tetap memperhatikan keamanan akun, izin lokasi, akurasi GPS, dan hak akses setiap role.

Buka portal absensi melalui ASMAS atau kembali ke Dashboard XTKR.

Bagi kami, proyek seperti ini juga menjadi contoh bahwa siswa TKR bisa belajar lebih dari mesin: ada proses merancang sistem, menguji alur, mencari bug, dan memperbaiki pengalaman pengguna.